P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

IHSG Naik ke 8.159, PGEO dan PGAS Melonjak

Featured Image

IHSG Dibuka Menguat, Kenaikan Saham Terjadi di Berbagai Sektor

Pada perdagangan hari ini, Senin (6/10/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam kondisi positif. Penguatan ini tercatat sebesar 0,51% ke level 8.159 pada pukul 09.01 WIB. Sebanyak 276 saham mengalami kenaikan, sementara 157 saham turun dan sisanya sebanyak 201 saham tidak mengalami perubahan.

Beberapa saham yang mengalami kenaikan pada pembukaan kali ini antara lain:

  • PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik sebesar 1,91% ke Rp1.870.
  • PT Pertamina Geothermal Tbk. (PGEO) meningkat 3,21% ke Rp1.445.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) naik 0,93% ke Rp1.620.
  • PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menguat 0,43% ke Rp2.330.

Di sektor perbankan, beberapa saham juga mencatatkan kenaikan, seperti:

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) naik 0,38% ke Rp2.620.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meningkat 0,23% ke Rp4.320.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 1,36% ke Rp3.740.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 0,50% ke Rp4.060.

Namun, beberapa saham bank juga mengalami penurunan, antara lain:

  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,66% ke Rp7.475.
  • PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mengalami penurunan 0,92% ke Rp2.160.

Proyeksi Penguatan IHSG dan Risiko Koreksi

Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memproyeksikan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan hingga mencapai level resistance di 8.168 pada pekan ini. Dalam sepekan terakhir, IHSG ditutup menguat 0,23% ke level 8.118.

"Optimisme ini didorong oleh kombinasi faktor domestik, seperti penguatan data konsumsi, penjualan kendaraan, serta stabilitas cadangan devisa. Di sisi global, sentimen positif dari potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor pendukung," ujarnya dalam riset mingguannya.

Meski demikian, Imam menilai ada risiko koreksi jangka pendek pada pekan ini. Hal ini bisa terjadi jika data ekonomi domestik di bawah ekspektasi atau jika pidato The Fed bersikap hawkish. Selain itu, ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa memengaruhi IHSG, dengan support di level 8.022.

Fokus pada Perkembangan Shutdown AS

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan shutdown di Amerika Serikat (AS). Peristiwa ini dapat menyebabkan penundaan rilis data ekonomi dari pemerintah AS.

"Walaupun demikian, investor masih optimis bahwa shutdown hanya berlangsung singkat dan dampaknya terbatas. Akibat shutdown, rilis data tenaga kerja akan tertunda. Mayoritas investor memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan Oktober," tulis riset tersebut.

Sentimen Dalam Negeri dan Target Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi dalam negeri, pasar mencermati target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2025 yang diperkirakan berada di atas 5,5%. Hal ini didukung oleh ekspansi fiskal, penyaluran dana menganggur, stimulus ekonomi, serta kebijakan moneter yang longgar. Namun, pada kuartal III tahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan cenderung melambat.

Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level resistance 8.170 pada pekan ini.

Posting Komentar

Posting Komentar