P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Zohran Mamdani Unggul di Pemilihan Wali Kota New York, Tapi Lebih Ketat Jika Sliwa Mundur

Featured Image

Persaingan Pemilihan Wali Kota New York City Memanas

Pemilihan Wali Kota New York City semakin mendekati puncaknya. Debat berikutnya akan diadakan pada hari Rabu, dan tinggal lima hari lagi sebelum masa pemungutan suara awal dimulai. Hari pemungutan suara sendiri akan dilaksanakan dalam waktu 15 hari.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh AARP dan Gotham Polling menunjukkan bahwa kandidat Partai Demokrat, Zohran Mamdani, masih mempertahankan keunggulannya dengan 43,2%. Kandidat independen, Andrew Cuomo, berada di posisi kedua dengan 28,9%, sedangkan kandidat Partai Republik, Curtis Sliwa, berada di posisi ketiga dengan 19,4%.

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa jika Sliwa mundur dari kampanye, Cuomo dan Mamdani akan berada dalam persaingan yang sangat ketat. Dalam skenario ini, Mamdani hanya unggul empat poin dari Cuomo, yang berada dalam rentang kesalahan survei. Dengan situasi tersebut, Mamdani unggul 44,6% dibandingkan Cuomo yang mencapai 40,7%.

Sliwa menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari kampanye. Ia mengatakan bahwa ia tetap bertahan dalam perlombaan. Pekan lalu, Cuomo menyatakan bahwa kemungkinan besar sulit baginya untuk mengalahkan Mamdani jika Sliwa tetap berada di balik panggung. Namun, pada pagi hari Senin, Cuomo mengubah pendiriannya. Dalam wawancaranya di Fox News, Cuomo menyebut Sliwa sebagai hal yang tidak relevan.

"Ketika dia mengambil sejumlah suara tertentu, secara efektif dia menjadi pengganggu. Saya percaya dia akhirnya tidak relevan karena dia bukan kandidat yang layak dan saya tidak berpikir orang-orang akan membuang suara mereka," kata Cuomo.

Sliwa menjawab dengan tegas, "Saya tidak akan mundur. Satu orang, satu suara. Itulah cara kita menentukan pemilu. Saya belum pernah mendengar aturan tambahan yang menyatakan satu orang, satu suara, dan tentu saja orang lain harus mundur di tengah jalan."

Mamdani menyambut kehadiran Sliwa dalam kampanye ini. Menurutnya, ini merupakan hal positif bagi demokrasi.

"Secara nyata, itu baik bagi demokrasi kita bahwa ada kandidat lain dalam perlombaan ini yang percaya bahwa pemilih New York City harus memilih wali kotanya, bukan para miliarder yang sebagian besar tinggal di tempat lain," ujar Mamdani.

Cuomo terus bersikeras bahwa Mamdani kurang berpengalaman untuk menjadi wali kota.

"Kami sedang menghabiskan waktu untuk berbicara langsung kepada warga New York. Andrew Cuomo menghabiskan waktunya untuk berbicara tentang kandidat lain," kata Mamdani.

Semua tiga kandidat akan kembali ke panggung debat pada malam hari Rabu di NY1. Mereka akan saling bersaing dalam pertemuan penting yang akan memengaruhi hasil pemilihan.

Posting Komentar

Posting Komentar