P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Kronologi Kebakaran Gudang Plastik Mojongapit, Kerugian Rp12 Miliar

Featured Image

Kebakaran Gudang Produksi Plastik di Jombang, Kerugian Capai Rp12 Miliar

Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang produksi plastik yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Peristiwa ini terjadi pada Senin (24/11/2025) sore dan menghanguskan seluruh bangunan serta isi gudang yang memiliki ukuran sekitar 50x50 meter dengan dua lantai.

Api diduga bermula dari percikan aktivitas pengelasan yang dilakukan oleh para pekerja di bagian depan gudang. Saat itu, banyak tumpukan kardus berisi plastik tersimpan di dalam bangunan, sehingga mempercepat penyebaran api. Kejadian ini menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun seluruh isinya tidak berhasil diselamatkan. Api mulai muncul sekitar pukul 16.46 WIB dan dengan cepat menyebar karena sifat bahan plastik yang mudah terbakar. Setelah beberapa saat, kobaran api semakin besar hingga akhirnya membutuhkan upaya pemadaman yang cukup intensif.

Proses Pemadaman yang Memakan Waktu

Setelah mendapat informasi tentang kebakaran, pihak pemilik gudang langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk menghadapi kobaran api yang semakin ganas. Selain itu, ambulans dan personel BPBD juga turut serta dalam operasi pemadaman.

Operasi pemadaman berlangsung hingga keesokan harinya. Api baru bisa dipadamkan secara total pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 08.20 WIB setelah seluruh titik api dipastikan tidak menyisakan bara. Upaya pemadaman memakan waktu hingga lebih dari 16 jam, mengingat sifat material plastik yang sulit dikendalikan.

Menurut Syamsul Bahri, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang, karakteristik bahan plastik membuat proses pemadaman sangat rumit. "Mayoritas bahan di dalam adalah plastik. Saat terbakar, plastik meleleh dan menimbulkan minyak sehingga api cepat menyebar," jelasnya.

Saksi Mata dan Penyebab Kebakaran

Saksi mata bernama Feri Krisdianto melihat munculnya percikan api sebelum akhirnya memberi tahu dua pekerja yang berada di area tersebut untuk segera keluar. Ia kemudian menghubungi pihak pemilik dan petugas pemadam kebakaran.

Hari Setiawan, penjaga gudang, mengungkapkan bahwa ia hanya mengetahui peristiwa tersebut setelah dihubungi warga sekitar. Menurutnya, titik api pertama kali muncul di bagian pojok depan ruang penyimpanan. Ia juga menjelaskan bahwa gudang sedang dalam proses renovasi dan tidak ada aktivitas apa pun di area dalam saat api mulai membesar.

Beberapa pekerja las berada di bagian luar bangunan sebelum kejadian, namun tidak ada aktivitas di dalam gudang. Di dalam, banyak kardus berisi plastik yang mudah terbakar. Gudang terakhir ditutup sekitar pukul 16.00 WIB.

Penyelidikan dan Pendataan Kerugian

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran dan total kerugian yang ditimbulkan. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar dan instansi terkait.

Kebakaran ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan risiko kebakaran di tempat-tempat yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar seperti plastik. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pengelola gudang maupun industri lainnya untuk meningkatkan tindakan pencegahan dan kesiapan darurat.

Posting Komentar

Posting Komentar