
Peristiwa Ajudan Menteri Keuangan yang Meminta Wartawan Mengakhiri Wawancara
Dalam sebuah momen yang menarik perhatian, seorang ajudan dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tiba-tiba meminta wartawan untuk mengakhiri wawancara doorstop yang sedang berlangsung. Peristiwa ini terjadi setelah Purbaya melakukan rapat dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025).
Pada saat itu, ajudan Purbaya Yudhi Sadewa awalnya berdiri di belakang menteri tersebut. Setelah Purbaya menjawab singkat pertanyaan wartawan mengenai rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia yang merugikan negara, sang ajudan langsung meminta agar wawancara segera dihentikan.
“Cukup ya teman-teman,” ujar ajudan Purbaya, seperti dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV. Namun, Purbaya langsung menyela dan meminta ajudannya untuk tidak menghalangi wartawan yang ingin bertanya.
Purbaya menegaskan bahwa para wartawan telah lama menunggu kehadirannya setelah rapat bersama Dirut Pertamina. “Belum, mereka nunggu lama, kasihan-kasihan. Lu ngapain nyuruh gue pulang,” katanya sambil tertawa. Teguran ini membuat sang ajudan merasa salah tingkah sembari tersenyum.
Setelahnya, Purbaya melanjutkan sesi tanya jawab dengan para wartawan. Momen serupa juga terjadi ketika Purbaya hendak keluar dari gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (21/10/2025). Saat itu, awak media masih mencecar Purbaya dengan sejumlah pertanyaan, meski telah melakukan doorstop.
Akan tetapi, saat Purbaya ingin menjawab pertanyaan, salah satu ajudan berusaha menjaga agar wartawan tidak terlalu dekat. “Nanti lagi ya, awas kena pagar,” ujar ajudan Purbaya. Namun, Purbaya langsung meminta sang ajudan untuk membiarkan wartawan mendekat. “Jangan ngedorong kasihan,” katanya.
Tugas dan Peran Ajudan dalam Kehidupan Seorang Pejabat Negara
Seorang menteri atau pejabat negara biasanya didampingi oleh seorang ajudan yang berasal dari TNI atau Polri. Dalam kegiatan sehari-hari, seorang menteri biasanya dilayani atau dikawal oleh dua ajudan secara bergantian. Tugas utama dari ajudan menteri antara lain membantu dalam urusan protokoler dan administrasi.
Selain itu, ajudan juga mendampingi menteri saat bertugas untuk memberikan dukungan pengamanan. Ajudan akan mengikuti ke mana pun menteri tersebut berpergian, baik dalam kegiatan resmi maupun non-resmi. Peran ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya tugas seorang menteri.
Tidak hanya itu, ajudan juga bertindak sebagai penghubung antara menteri dengan pihak luar, termasuk dengan media massa. Dalam beberapa kesempatan, ajudan bisa menjadi mediator antara menteri dan para jurnalis, terutama dalam situasi yang membutuhkan pengendalian emosi atau kebijakan komunikasi yang lebih terstruktur.
Peran ajudan ini juga mencerminkan pentingnya sistem pendukung dalam pemerintahan. Tanpa adanya ajudan yang handal, tugas seorang menteri bisa terganggu, terutama dalam situasi yang dinamis dan penuh tekanan. Oleh karena itu, pemilihan dan pelatihan ajudan harus dilakukan secara matang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.



Posting Komentar