P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Pasca Erupsi Semeru, Infrastruktur Lumajang Rusak, Bupati Lakukan Ini

Pasca Erupsi Semeru, Infrastruktur Lumajang Rusak, Bupati Lakukan Ini

Pascaserangan Gunung Semeru, Infrastruktur di Lumajang Rusak

Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025), sejumlah infrastruktur di Kabupaten Lumajang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut meliputi berbagai fasilitas pendidikan hingga tanggul dan jembatan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menjelaskan bahwa pihaknya sedang intens berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait untuk memulihkan kerusakan yang terjadi.

Komunikasi dengan Kementerian Terkait

Indah Amperawati Masdar menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang memperkuat komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upaya pemulihan fasilitas pendidikan. Selain itu, pihaknya juga berkomunikasi dengan Kementerian PU/PUWP untuk melakukan renovasi terhadap infrastruktur yang rawan rusak, seperti tanggul, jembatan, serta infrastruktur evakuasi.

“Kami memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait agar setiap langkah pemulihan berjalan lancar,” ujar Indah dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa tidak hanya pemulihan sekolah dan fasilitas publik yang menjadi prioritas, tetapi juga penyediaan layanan pengungsian, keamanan, dan kenyamanan bagi warga terdampak.

Data Kerusakan yang Terjadi

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, sebanyak 23 rumah mengalami kerusakan berat, sementara ratusan rumah lainnya terdampak debu dan kerusakan ringan. Satu fasilitas SD juga mengalami kerusakan berat, dan ruas jalanan dusun Sumbersari turut terdampak parah akibat bencana erupsi.

“Kami terus memastikan layanan pengungsian dan bantuan sosial tersedia bagi seluruh warga terdampak. Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Indah.

Proses Pemulihan Masih Dalam Tahap Koordinasi

Meskipun proses pemulihan sedang dilakukan, Indah belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai waktu pelaksanaan perbaikan, biaya, dan hal-hal lainnya. Hal ini disebabkan oleh masih adanya proses komunikasi antara pihak daerah dan kementerian terkait.

Selain itu, masa tanggap darurat masih diperpanjang hingga 2 Desember 2025. Saat ini, keselamatan warga masih menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.

Peran BPBD dalam Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru

Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi yang terus berlangsung hingga sore hari. Berdasarkan laporan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, aktivitas awan panas mulai tercatat pada pukul 14.30 WIB.

Hingga pukul 15.00 WIB, jarak luncur awan panas mencapai 5 kilometer dari puncak kawah. “Awan panas terekam mulai pukul 14.30 WIB, saat ini informasi terbaru sudah mencapai 5 kilometer dari puncak,” kata Isnugroho di Kantor BPBD Lumajang.

Fokus pada Keselamatan dan Kepastian Informasi

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar pengungsian, bantuan, dan pemulihan fasilitas dapat berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. Selain itu, informasi mengenai perkembangan erupsi Gunung Semeru terus dipantau secara ketat oleh lembaga terkait.

Dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat, pihak pemerintah akan terus memastikan kondisi warga terdampak tetap dalam keadaan aman dan nyaman. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh instansi terkait.

Posting Komentar

Posting Komentar