P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Peringatan Cuaca Ekstrem! BMKG Juanda Himbau Warga Jatim Waspada

Featured Image

Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

BMKG Juanda kembali mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung dari 30 Oktober hingga 5 November 2025. Cuaca ini diprediksi akan memengaruhi hampir seluruh wilayah di Jawa Timur, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Sebanyak 23 daerah telah masuk dalam daftar wilayah berisiko tinggi, termasuk Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Lumajang, Trenggalek, Ponorogo, Blitar, dan Pamekasan. Masyarakat di daerah-daerah tersebut perlu lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi cuaca ekstrem ini antara lain aktivitas gangguan atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Indonesia bagian selatan. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Jawa Timur juga berkontribusi pada proses konveksi awan yang menghasilkan hujan lebat.

BMKG Juanda menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini berada di masa pancaroba, sementara sebagian lainnya telah memasuki awal musim hujan. Kondisi ini memicu pembentukan awan hujan yang lebih intens. Dengan demikian, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca secara berkala dan mematuhi anjuran pihak BMKG.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, jalan licin, serta kerusakan ringan akibat angin kencang. Aktivitas luar ruangan disarankan untuk ditunda saat hujan deras atau angin kuat terjadi agar mengurangi risiko cedera atau kecelakaan.

Selain masyarakat umum, BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan. Upaya mitigasi dini seperti pembersihan saluran air dan pemangkasan pohon tua perlu dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian.

BMKG juga mengimbau warga untuk memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil langkah tepat dan cepat jika terjadi perubahan kondisi ekstrem. Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi perubahan cuaca mendadak.

Kewaspadaan dan langkah antisipasi menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan selama periode cuaca ekstrem berlangsung. Dengan persiapan yang matang, masyarakat dapat mengurangi risiko bencana dan menjaga kenyamanan serta keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

0

Posting Komentar