
Peluncuran Trans Banten untuk Meningkatkan Mobilitas Warga Kota Serang
Pemerintah Provinsi Banten secara resmi meluncurkan layanan transportasi massal bernama Trans Banten dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Banten, pada hari Sabtu (4/10/2025). Layanan ini diperkenalkan sebagai upaya untuk memberikan akses transportasi publik yang lebih murah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Pada tahap awal, warga Kota Serang dapat menikmati layanan bus Trans Banten secara gratis hingga akhir Desember 2025.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa peluncuran Trans Banten merupakan langkah nyata untuk memperluas akses transportasi publik. Program ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi pelajar, mahasiswa, dan pegawai yang sering beraktivitas di kawasan perkotaan Serang. Koridor pertama Trans Banten beroperasi di rute Pakupatan–Kampus Untirta Sindangsari, dengan uji coba berlangsung hingga Desember tanpa tarif.
Bus Trans Banten beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB dengan dua unit bus yang masing-masing memiliki kapasitas untuk 37 penumpang. Pemerintah menargetkan agar layanan ini menjadi alternatif transportasi yang mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
Rute dan Titik Pemberhentian Trans Banten
Kepala Dinas Perhubungan Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa dalam tahap awal, Trans Banten memiliki dua arah perjalanan dengan total 26 titik pemberhentian. Dari arah Kampus Untirta Sindangsari menuju KSB Kemang terdapat 12 halte, sedangkan arah sebaliknya memiliki 14 halte.
Beberapa titik penting yang dilalui antara lain: * Halte Untirta Sindangsari * Halte UIN Sultan Maulana Hasanudin * Halte KP3B * Halte DPRD Banten * RSUD Banten * Samsat Kota Serang * Kantor BNN * Halte Parung * Terminal Pakupatan * Halte KSB
Untuk arah sebaliknya, bus akan melewati Halte Pakupatan, PLUT, Bogeg, serta sejumlah halte tambahan di sepanjang rute. Setiap jam, bus diberangkatkan dari dua arah secara bergantian. Di setiap titik pemberhentian telah disediakan halte dan plang bus stop agar penumpang mudah mengenali lokasi naik dan turun.
Jadwal Keberangkatan dan Waktu Tempuh
Selama masa uji coba, Trans Banten memiliki 12 jadwal keberangkatan setiap hari. Bus pertama berangkat pukul 06.00 WIB dari Terminal Pakupatan dan Halte Sindangsari, sedangkan keberangkatan terakhir pukul 17.00 WIB. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar satu jam untuk setiap arah. Jadwal ini disusun agar bisa menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat, khususnya pelajar dan pegawai kantor yang berangkat serta pulang pada jam sibuk.
Fasilitas Aman dan Nyaman untuk Pengguna
Bus Trans Banten dilengkapi fasilitas AC, CCTV, dan sistem tiket digital yang akan diaktifkan setelah masa uji coba gratis berakhir. Pemerintah Provinsi Banten memastikan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang sesuai regulasi transportasi nasional. Selain itu, layanan ini juga dilengkapi akses ramah disabilitas seperti pintu rendah dan ruang kursi prioritas. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan transportasi publik yang inklusif bagi semua kalangan.
Tujuan Peluncuran dan Manfaat bagi Kota Serang
Keberadaan Trans Banten diharapkan dapat memperkuat jaringan transportasi massal antarwilayah di Banten. Pemerintah menilai, kemacetan di jalur utama Kota Serang dapat berkurang jika lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi publik. “Trans Banten ini adalah upaya kami agar masyarakat terbiasa naik kendaraan umum yang aman, nyaman, dan efisien,” kata Andra.
Selain meningkatkan mobilitas, program ini juga diharapkan berdampak positif pada lingkungan karena dapat mengurangi emisi kendaraan pribadi. Pemerintah Provinsi Banten juga menargetkan untuk memperluas jangkauan layanan Trans Banten hingga Kabupaten Serang dan Pandeglang pada tahun 2026.
Langkah Menuju Integrasi Transportasi Banten
Dinas Perhubungan Banten melalui akun resminya @dishubbanten menyebut bahwa Trans Banten merupakan langkah awal menuju sistem transportasi terintegrasi. Nantinya, bus Trans Banten akan dihubungkan dengan layanan angkutan feeder dan transportasi antarwilayah. Selain koridor Pakupatan–Sindangsari, pemerintah tengah menyiapkan studi untuk pembukaan rute baru seperti Serang–Cilegon dan Serang–Pandeglang, agar layanan dapat menjangkau kawasan industri dan pendidikan yang lebih luas.
Selama masa uji coba gratis, masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal pola layanan, jadwal, serta rute perjalanan Trans Banten. Setelah Desember 2025, layanan ini direncanakan akan menerapkan tarif terjangkau dengan sistem non-tunai menggunakan kartu transportasi elektronik.
Dengan peluncuran Trans Banten, Kota Serang kini memasuki babak baru sistem transportasi modern yang berorientasi pada kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan. Pemerintah berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Banten untuk memperkuat konektivitas publik di masa depan.



Posting Komentar