P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Tips Penderita GERD: Posisi Tidur yang Tepat untuk Cegah Asam Lambung Naik

Featured Image

Posisi Tidur yang Benar untuk Mengatasi Asam Lambung

Asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) kini tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga kalangan muda. Faktor seperti pola makan yang tidak teratur, kebiasaan begadang, stres, serta gaya hidup yang serba cepat menjadi penyebab utama meningkatnya kasus penyakit ini. Salah satu gejala yang sering muncul adalah rasa panas di dada, mulut pahit, hingga sesak napas, yang bisa mengganggu tidur.

Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, posisi tidur memiliki pengaruh besar dalam memperparah atau mengurangi gejala GERD. “Posisi tidur bisa menjadi game changer. Posisi tidur memengaruhi GERD, dan sebaliknya GERD memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur,” jelasnya.

Sebanyak 80 persen pasien GERD mengalami gejala di malam hari, dan setiap empat orang dari lima orang mengalami gangguan tidur akibat kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui posisi tidur yang tepat agar gejala dapat diminimalisir.

Posisi Tidur yang Harus Dihindari

Beberapa posisi tidur tertentu justru memperburuk kondisi asam lambung. Berikut beberapa posisi yang perlu dihindari:

  • Tidur tengkurap: Saat berbaring telungkup, kerongkongan berada di bawah lambung sehingga isi lambung lebih mudah meluap ke kerongkongan. Hal ini dapat memicu sensasi panas dan nyeri di dada.
  • Miring ke kanan: Posisi ini memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan karena letak lambung lebih tinggi dibandingkan kerongkongan. Jika biasanya sering berguling ke kanan, disarankan menggunakan bantal untuk mengganjal dan mencegah berguling ke arah tersebut.

Posisi Tidur Terbaik untuk Meredakan Gejala

Posisi tidur yang paling efektif untuk mengurangi gejala asam lambung adalah:

  • Miring ke kiri: Secara anatomi, lambung berada di bawah kerongkongan. Gravitasi akan membantu menjaga isi lambung tetap di dalam lambung. Ini mengurangi risiko refluks asam ke kerongkongan.
  • Kepala dan punggung sedikit lebih tinggi: Untuk mendukung posisi ini, gunakan bantal yang cukup tinggi atau bantal berbentuk segitiga (wedge pillow). Bantal ini membantu menjaga kerongkongan berada di atas lambung.

Jika tidak memiliki wedge pillow, cara sederhana adalah dengan mengganjal bagian kepala tempat tidur menggunakan balok kayu atau bata setinggi 15–20 cm. Pastikan tubuh tidak dalam posisi datar saat tidur.

Tips Tambahan untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

Selain posisi tidur, waktu tidur juga penting. Idealnya, beri jarak antara waktu makan dan tidur sekitar dua hingga tiga jam. Hindari tidur langsung setelah makan berat, terutama dalam posisi datar. Selain itu, hindari makan terlalu kenyang.

Kesimpulan

Meskipun tidak ada satu posisi tidur yang cocok untuk semua orang, kombinasi posisi miring ke kiri dengan tubuh sedikit lebih tinggi adalah cara paling efektif untuk mencegah refluks. Yang terpenting adalah bangun dengan rasa segar, tanpa rasa sakit atau gangguan dari penyakit asam lambung.

Posting Komentar

Posting Komentar