2.700 dapur MBG siap operasional di wilayah 3T, Papua hingga Maluku jadi prioritas

BROKERJA.COM— Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut sekitar 2.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terl ar (3T) telah siap dioperasikan untuk mendukung perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, ribuan dapur tersebut sudah selesai dibangun. Namun, BGN masih melakukan pemilahan untuk menentukan dapur yang akan lebih dulu diaktifkan.

"Eh, saat ini yang di 3T, yang berdasarkan catatan kami ada sekitar 2.700 yang siap, artinya dapurnya sudah jadi," kata Sudaryono di Kemenko Pangan, Rabu (26/8).

Dari jumlah tersebut, BGN akan memprioritaskan dapur yang berada di sejumlah wilayah 3T, seperti Papua, Maluku, dan Maluku Utara.

"Mungkin ada sekitar berapa ratus gitu, ada 300 kalau nggak salah. Itu nanti pelan-pelan kita buka," ujarnya.

Sudaryono mengatakan, pengoperasian dapur MBG di wilayah 3T tidak hanya mempertimbangkan kesiapan bangunan. BGN juga perlu memastikan penerima manfaat hingga mekanisme operasional telah jelas.

Selain itu, BGN turut mempertimbangkan kondisi geografis dan biaya distribusi makanan di wilayah 3T.

"Terus kemudian ada tingkat kemahalan kalau di Papua kan ada kan, ada tingkat kemahalannya. Nah itu kami pertimbangkan semua," kata Sudaryono.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar itu, BGN saat ini memilih membereskan tata kelola dapur yang sudah beroperasi sebelum melakukan ekspansi lebih luas. Langkah tersebut dilakukan agar penambahan titik layanan tidak mengabaikan aspek administrasi dan standar operasional.

"Jadi intinya kenapa kok nggak dibuka dari sekarang? Karena kami ingin memastikan bahwa tata kelolanya ini beres dulu," ujarnya.

Sudaryono sebelumnya menyebut BGN akan memprioritaskan wilayah 3T dalam perluasan layanan MBG. Berdasarkan pemetaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), daerah tersebut mencakup Papua, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Mungkin insyaallah di September ini kita prioritaskan untuk diaktivasi," katanya.

Di sisi lain, BGN juga akan membuka layanan di sekolah-sekolah lain yang belum mendapatkan program tersebut dan telah mengajukan permintaan.

"Dan termasuk, jangan hanya 3T, bahkan di banyak daerah itu ada sekolah-sekolah yang memang belum mendapatkan MBG," katanya.

BGN, lanjut Sudaryono, akan memprioritaskan titik yang dapurnya sudah selesai dan memenuhi persyaratan untuk diaktifkan.

"Kami akan pastikan yang diaktivasi adalah yang sudah selesai, sudah beres semua. Kemudian nanti ada syarat-syarat, ada penandatanganan PKS dan lain-lain. Itu nanti akan mengikuti prosedur selanjutnya," pungkasnya.

Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART