Bukan karena perceraian, Marshanda: Anak Hancur Lihat Orang Tua Saling Menjatuhkan

Bukan karena perceraian, Marshanda: Anak Hancur Lihat Orang Tua Saling Menjatuhkan

Marshanda Berbagi Pengalaman tentang Dampak Perceraian pada Anak

Aktris ternama, Marshanda, mengungkapkan pentingnya hubungan orang tua yang harmonis dalam menjaga kesehatan mental anak. Menurutnya, perceraian bukanlah penyebab utama kehancuran psikologis anak. Justru, sikap saling menjatuhkan antara kedua orang tua menjadi faktor utama yang menyebabkan anak merasa sakit hati dan hancur.

Marshanda, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron Bidadari, berbagi pengalamannya sebagai ibu tunggal sekaligus anak korban perceraian. Ia menekankan bahwa perceraian tidak selalu membuat anak merasa sedih atau trauma. Namun, ketika orang tua saling melemparkan kesalahan satu sama lain, hal ini bisa sangat memengaruhi perkembangan emosional anak.

"Yang bikin anak itu hancur dan sakit hati bukan karena orang tuanya berpisah," ujarnya. "Kalau dari pengalaman aku sebagai anak dan sebagai ibu, yang bikin seorang anak sakit hati dan hancur tuh kalau ngelihat orang tuanya saling menjatuhkan satu sama lain."

Pentingnya Hubungan Orang Tua yang Harmonis

Marshanda juga menjelaskan bahwa putrinya, Sienna, telah menerima perceraian orang tuanya. Meski awalnya harus menghadapi situasi tersebut saat masih kecil, Sienna tetap tumbuh dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Kehadiran ayah tetap penting dalam proses pertumbuhan anak, meskipun mereka sudah bercerai.

"Kita bukan co-parenting yang sempurna, tidak ada yang seperti itu," ujarnya. Meski begitu, ia bersyukur bahwa Ben, mantan suaminya, tetap menjadi ayah yang penuh kasih bagi Sienna. Hal ini membantu menghindari dampak negatif seperti daddy issues yang sering dialami anak-anak akibat hubungan tidak sehat dengan ayah.

Peran Ayah dalam Kehidupan Anak

Menurut Marshanda, kehadiran ayah dalam kehidupan anak sangat penting. Ia ingin Sienna tumbuh tanpa mengalami masalah keterikatan emosional akibat hubungan yang tidak harmonis dengan ayah. "Sienna merasa aman dengan dirinya sendiri karena ibu dan ayahnya mencintainya tanpa batas," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa ia sangat bersyukur atas komitmen Ben dalam mendampingi Sienna seiring usianya bertambah. "Aku sangat bersyukur Ben telah menjadi ayah yang penuh kasih untuk Sienna seiring dia tumbuh semakin dewasa."

Tantangan dalam Co-Parenting

Meski memiliki pengalaman baik dalam menjalani co-parenting, Marshanda mengakui bahwa hal ini tidak selalu mudah. "Jalani co-parenting pasca cerai tidaklah mudah," ujarnya. Namun, ia tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan mantan suaminya demi kebaikan putrinya.

Dengan pengalamannya sebagai ibu tunggal dan anak korban perceraian, Marshanda memberikan pesan penting kepada orang tua: jangan biarkan perselisihan antara kalian menjadi beban bagi anak. Keharmonisan hubungan orang tua akan berdampak positif pada kesehatan mental dan perkembangan anak.

Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART