Festival Egrang Jadi Sumber Daya Ponorogo, Api Ludeskan Ratusan Hektar Tebu

Festival Egrang di Jember Menarik Perhatian Menteri PPPA
Festival Egrang di Jember menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiru Fauzi. Ia menyebut bahwa festival ini bisa menjadi modal sosial bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jember.
Menurut Menteri Arifatul, Festival Egrang merupakan sebuah event luar biasa karena diinisiasi oleh kelompok masyarakat grassroot. Ia mengatakan bahwa hal ini sangat langka karena banyak daerah lain tidak memiliki inisiatif seperti ini. Festival ini juga mampu mensinergikan kolaborasi antara potensi anak-anak, perempuan, dan masyarakat.
"Kami melihat bahwa Festival Egrang ini berangkat dari bawah, dari kesadaran masyarakat, dan ini tidak banyak dimiliki oleh daerah lain," ujar Arifa saat membuka kegiatan Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo di Balai Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan bahwa saat ini anak-anak dan keluarga Indonesia menghadapi tantangan, salah satunya adalah penggunaan media sosial yang tidak bijak. Ia memandang bahwa perkembangan teknologi tidak bisa kita tinggalkan, namun pemakaian gadget pada anak harus mendapat pendampingan agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Pengusutan Kasus Pelecehan Fotografer di Ponorogo Mengungkap Fakta Baru
Pengusutan kasus dugaan aksi pelecehan yang dilakukan fotografer asal Ponorogo berinisial ACW (27) menguak fakta baru yang sangat mengejutkan. Ponsel pintar milik pelaku ternyata menyimpan hingga ratusan foto dan video rekaman perempuan lain yang diambil secara diam-diam.
Perias pengantin sekaligus pemilik vendor Byends Makeup, Endin Intan Saputri (32), membeberkan bahwa fakta ini terungkap saat timnya memeriksa isi ponsel pelaku usai memergoki aksi pengintipan dan merekam di kamar mandi acara pernikahan. Tak hanya menemukan bukti video di folder sampah (recently deleted), tim korban dibuat terperanjat saat mengulik folder tersembunyi (hidden folder) di ponsel ACW.
"Di folder tersembunyi itu isinya banyak sekali, sekitar 700 item menurut yang kami lihat. Banyak rekaman perempuan yang diambil di acara-acara wedding," ungkap Endin, Minggu (9/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan bersama, ratusan dokumen digital tersebut bukan berasal dari satu atau dua kejadian saja, melainkan akumulasi dari aksi nekat pelaku di berbagai tempat.
Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari mengarahkan kamera dari luar hingga sengaja menaruh ponsel di area kamar mandi sebelum korban masuk.
Kebakaran Lahan Tebu di Ponorogo Membuat Warga Panik
Lahan tebu di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar dilahap api, Sabtu (8/8/2026) malam. Kebakaran lahan tebu tersebut sempat membuat warga panik. Bagaimana tidak, api sempat membesar dan membakar area yang disebut warga mencapai puluhan hektare. Pun tak jauh dari salah satu SMP dan bangunan lainnya.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi, Katenan, mengatakan, kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan terdengar suara tebu yang terbakar. "Sudah besar. Krotok-krotok-krotok gitu. Saya keluar rumah. Apine kelihatan buesar mbak," ungkap Katenan, Minggu (9/8/2026).
Menurut Katenan, lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Lokasi kebakaran berada di samping SMP di wilayah Siman. Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan kebakaran, pihaknya segera meluncur ke lokasi. "Ini tadi kami sudah melakukan pemadaman, terutama yang berlokasi dekat dengan bangunan. Sudah kami padamkan dan sudah berhasil kami matikan," ujarnya.
Posting Komentar