Lapangan Bola Stadion Gajah Mada Mojokerto Jadi Standar FIFA dan Anti Banjir

Pengembangan Stadion Gajah Mada Mojokerto dengan Sistem Drainase Canggih
Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk merehabilitasi Stadion Gajah Mada Mojosari agar memiliki standar internasional. Proyek ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas pendukung yang akan meningkatkan kualitas penggunaan stadion.
Salah satu inovasi utama dalam proyek ini adalah penerapan sistem drainase canggih berbasis pipa dan batu koral. Sistem ini ditanam di bawah lapangan dengan jarak sekitar empat meter untuk memastikan air hujan langsung mengalir ke saluran drainase tanpa menyebabkan genangan atau banjir. Hal ini sesuai dengan standar FIFA, yang menekankan pentingnya pengelolaan air hujan dalam pembangunan lapangan sepak bola.
Selain itu, pemilihan rumput Zoysia Matrella dinilai sangat cocok dengan iklim Mojokerto. Jenis rumput ini dipilih karena karakteristiknya yang tahan terhadap kondisi cuaca setempat serta kemampuannya dalam menjaga kualitas permukaan lapangan. Rumput Zoysia Matrella juga akan ditanam dengan pola garis mirip Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, sehingga memberikan tampilan yang lebih menarik dan profesional.
Progres Pengerjaan Rehabilitasi
Manager Proyek Rehabilitasi Stadion Gajah Mada, Reziksufi, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek dimulai sejak 24 Juni dan ditargetkan rampung pada 20 Desember 2026. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 18 hingga 20 persen. Reziksufi optimistis bahwa pengerjaan bisa selesai lebih cepat dari jadwal awal, yaitu sekitar akhir November 2026.
Proyek ini mencakup perbaikan lapangan sepak bola dan enam lintasan atletik. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung seperti garis lapangan, tiang gawang, dan bendera sudut juga sedang dalam proses pemasangan.
Perawatan Rumput Zoysia Matrella
Meskipun Zoysia Matrella merupakan jenis rumput alami yang tahan lama, perawatan rutin diperlukan agar kualitasnya tetap terjaga. Perawatan meliputi pemupukan, pemotongan rumput, dan pengaturan hormon. Dengan perawatan yang tepat, tinggi rumput dapat dipertahankan antara 2-3 cm dan bertahan selama bertahun-tahun.
Fokus Pemerintah Kabupaten Mojokerto
Kepala Bidang Penataan Bangunan Gedung (PBG) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Dody Prasetyo, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menuntaskan pembangunan tahap II. Ia menekankan bahwa hasil pekerjaan harus benar-benar tuntas agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal.
Dody juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan lanjutan untuk tahap III belum masuk dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas PUPR Tahun 2027. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan keberlanjutan proyek merupakan wewenang penuh dari pimpinan.
Kesimpulan
Rehabilitasi Stadion Gajah Mada Mojosari merupakan proyek besar yang bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Kabupaten Mojokerto. Dengan sistem drainase canggih dan penggunaan rumput Zoysia Matrella, stadion ini diharapkan mampu menjadi tempat pelaksanaan pertandingan berkualitas dan nyaman bagi para atlet maupun penonton. Proyek ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur olahraga yang layak dan berkelanjutan.
Posting Komentar