Perhatian Presiden Prabowo Tak Redupkan Api: Karhutla Kalteng Membesar
PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Meskipun telah mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, kobaran api justru semakin meluas hingga hari Minggu (9/8/2026).
Asap tebal yang bercampur aroma tanah terbakar kini rutin mengganggu kehidupan warga sejak malam hingga pagi hari. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai 3.069,52 hektare. Hal ini memicu tindakan cepat dari Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto yang turun langsung ke lapangan untuk memimpin penanganan karhutla atas perintah presiden.
“Ini merupakan perintah dari Bapak Presiden yang memimpin langsung rapat terbatas. Kami dari BNPB datang ke sini untuk melihat secara langsung penanganan karhutla di Kalteng,” ujar Suharyanto menjelaskan tindakan yang diambil sebagai respons terhadap situasi darurat.
Palangka Raya Dikepung 175 Kali Kebakaran, Polisi Pasang Garis Kuning
Di Ibu Kota Provinsi, Palangka Raya, situasi kebakaran semakin sulit dikendalikan. Data dari Polresta Palangka Raya menunjukkan lonjakan signifikan dengan total 175 kali kejadian karhutla yang melahap sedikitnya 165,08 hektare lahan. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling parah dengan 108 kejadian, diikuti oleh Sebangau yang mencatat 43 kali kejadian.
Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi, menjelaskan bahwa medan gambut yang kering serta angin kencang membuat api cepat menyebar. “Lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih 1 hektare, yang mana api dengan cepat merambat karena tanah berkontur gambut dan kondisi permukaan lahan yang kering serta berangin cukup kencang,” papar Dedy. Beberapa lokasi yang terbakar kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Kotim Memerah dengan Ratusan Titik Panas, Kobar Selidiki Unsur Kesengajaan
Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kepulan asap dan bara api melahap lahan-lahan di sekitar jalan Trans Kalimantan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mencatat sebanyak 203 kejadian karhutla dengan total lahan hangus mencapai 373,8 hektare. Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah paling rentan dengan temuan 241 titik panas (hotspot).
Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebakaran ratusan hektare di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, memicu tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Satreskrim Polres Kobar kini bergerak memanggil para pemilik lahan untuk mendalami dugaan unsur kesengajaan atau pembakaran liar.
“Baru saksi-saksi yang kami periksa, kami masih memanggil pemilik lahan untuk kami minta keterangan,” tegas Kasatreskrim Polres Kobar, Iptu Gusti Muhammad Rifa Adabi.
Posting Komentar