Ada kerumunan massa, pengendara yang menuju Stasiun Palmerah tak bisa melintas

Ringkasan Berita:
  • Kendaraan yang berasal dari arah Bendungan Hilir menuju Jalan Tentara Pelajar dan Stasiun Palmerah banyak yang memutar balik pada Jumat (28/8/2026) subuh.
  • Penyebabnya massa masih berkumpul di bawah Fly Over Slipi. 
  • Mereka sempat bentrok dengan aparat kepolisian di lokasi tersebut.
 

BROKERJA.COM, JAKARTA -Kendaraan yang berasal dari arah Bendungan Hilir menuju Jalan Tentara Pelajar dan Stasiun Palmerah banyak yang memutar balik.

Penyebabnya massa masih berkumpul di bawah Fly Over Slipi, Jakarta Barat.

Mereka sempat bentrok dengan aparat kepolisian di lokasi tersebut.

Pantauan Tribun di CCTV Live TikTok amatyuda14, Jumat(28/8/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB banyak kendaraan bermotor roda dua dan empat putar balik di kawasan Pejompongan.

"Arah Stasiun Palmerah, Tentara Pelajar nggak bisa lewat," teriak salah seorang warga dalam video tersebut.

Suara tembakan gas air mata juga terdengar dari video tersebut.

 

Massa Masih Bertahan di Bawah Fly Over Slipi, Perjalanan KRL Terganggu

Pagi hari pada Jumat (28/8/2026) massa dalam jumlah yang cukup banyak masih berkumpul di bawah Fly Over Slipi, Jakarta Barat. 

Pantauan Tribun melalui CCTV Live TikTok amatyuda14, pada pukul 05.00 WIB massa masih berkumpul di pinggir rel kereta api Palmerah menuju Tanah Abang.

Sementara aparat kepolisian berkali-kali menembakkan gas air mata ke udara dari atas fly over.

Dampak dari adanya kerumunan massa tersebut perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Parung Panjang mengalami gangguan.

Dikutip dari akun KAI Commuter di media sosial X perjalanan KRL dari arah Parung Panjang hanya sampai stasiun Palmerah.

"Sehubungan dengan adanya kerumunan orang di sekitar jalur Palmerah–Tanah Abang. Berikut penyesuaian perjalanan Commuter Line: KA 1613D (Parungpanjang—Tanah Abang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Palmerah, kembali KA 1614D (Palmerah—Rangkasbitung," tulis KAI Commuter Line.

 

Perusakan dan Pembakaran

Sebelumnya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dinihari massa juga melakukan perusakan beberapa unit kendaraan di Jalan S Parman, Jakarta Barat.

Massa merusak truk dan kendaraan lainnya. Beberapa di antaranya juga ada yang dibakar.

Perusakan disertai pembakaran tersebut dipicu adanya sekelompok orang yang diduga ormas datang dan berhadap-hadapan dengan massa yang sebagian pelajar dan warga sekitar lokasi kejadian.

Bentrok juga sempat terjadi di kawasan Petamburan, Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan massa masih terlihat berkumpul. 

Titik-titik berkumpulnya massa di antaranya di kolong Flyover Slipi, depan Menara BNI Pejompongan, Perempatan Slipi hingga arah Stasiun Palmerah.

 

Kronologi dan Poin Penting Demo 27 Agustus

Massa Aksi & Tuntutan

Aksi digalang oleh elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil. 

Tuntutan utama berfokus pada penolakan kebijakan publik/regulasi politik tertentu serta desakan perbaikan kondisi ekonomi dan pengawalan putusan hukum.

Awal Pergerakan (Pagi - Siang)

Massa mulai berkumpul di titik temu utama (seperti area sekitar gedung DPR/Pemerintah Daerah). 

Awalnya, penyampaian pendapat dan orasi berlangsung tertib dan damai di bawah pengawalan aparat kepolisian.

​Eskalasi Situasi (Sore)

Mendekati sore hari, ketegangan mulai meningkat. 

Pemicunya meliputi pembubaran massa yang melebihi batas waktu izin, upaya menerobos barikade keamanan, serta aksi pembakaran ban dan pelemparan benda keras ke arah petugas.

​Puncak Kericuhan (Malam)

Aparat menembakkan gas air mata dan semprotan water cannon untuk memecah kerumunan setelah barikade jebol. 

Massa terdorong mundur ke ruas jalan sekitar, memicu pemblokiran jalan, perusakan fasilitas umum, dan aksi kejar-kejaran.

​Dampak & Penanganan 

Puluhan peserta aksi dan petugas mengalami luka-luka. 

Sejumlah fasilitas umum rusak, dan puluhan demonstran yang diduga memicu tindakan anarkis diamankan oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut

Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART