
Kondisi Pecco Bagnaia di MotoGP 2025 dan Harapan Valentino Rossi
Valentino Rossi, pemilik tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team, menyampaikan perhatiannya terhadap kondisi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia menjelang seri ke-20 MotoGP 2025 yang akan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia. Balapan ini akan digelar mulai Jumat (23/10) hingga Minggu (25/10).
Sirkuit Sepang dikenal sebagai tempat yang sangat menguntungkan bagi Ducati, pabrikan asal Italia yang memiliki catatan impresif dengan delapan kemenangan balapan utama dan dua kemenangan Sprint Race. Hal ini membuat Ducati menjadi salah satu tim yang difavoritkan untuk kembali mendominasi pada edisi 2025.
Namun, performa Bagnaia justru menjadi sorotan. Setelah tampil kurang meyakinkan di MotoGP Indonesia dan Australia, ia dinilai mengalami penurunan performa yang cukup signifikan. Valentino Rossi pun angkat bicara mengenai situasi tersebut. Menurutnya, pihak VR46 Riders Academy telah memberikan dukungan maksimal untuk membantu Bagnaia kembali ke performa terbaiknya.
“Kami telah memberikan segala dukungan yang dibutuhkan Pecco. Sekarang semua tergantung bagaimana ia mengembalikan kepercayaan diri dan feeling terhadap motornya,” ujar Rossi.
Meski berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya di Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, Bagnaia sejatinya sempat tampil kompetitif di awal musim. Sayangnya, memasuki pertengahan musim, ia terus mengalami masalah dengan grip ban belakang, yang berdampak pada kecepatannya.
Dalam tes Misano pada pertengahan September lalu, Bagnaia bahkan diam-diam menjajal motor Desmosedici GP24 milik Franco Morbidelli untuk mencari konfigurasi terbaik yang bisa diterapkan di Desmosedici GP25 miliknya. Usaha Bagnaia pun terbayar di Motegi, Jepang, di mana ia meraih pole serta kemenangan di Sprint dan Grand Prix. Namun, hal ini tidak terulang di Seri Indonesia dan Australia, di mana Bagnaia pulang tanpa satu pun poin.
Rossi sendiri mengaku heran melihat hasil tersebut. “Pecco adalah tiga kali juara dunia, termasuk di Moto2 bersama tim kami (VR46). Ia sangat cepat, tetapi tahun ini sedikit mengalami kesulitan,” buka Valentino Rossi.
Selama tiga tahun terakhir, Bagnaia selalu berjuang memperebutkan gelar dunia. Ia memenangkan dua di antaranya. Tahun lalu, ia kalah di balapan terakhir. Ia telah membuktikan kualitasnya. Tahun ini, karena berbagai alasan, ia belum merasa nyaman dengan motor Ducati yang baru. Ia mulai kesulitan, terlebih dengan rekan setim secepat Marquez.
Uniknya, kendala Bagnaia tidak dirasakan oleh pengendarai GP25 lainnya, yakni Marc Marquez, dan rider Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio. Dalam balapan utama di Australia, 'Diggia' bahkan sukses finis kedua dan naik podium, sementara Bagnaia gagal finis.
“Kami sedang melalui masa sulit, dan kami berusaha membantunya 100 persen, coba mencari tahu cara mengatasi situasi ini. Kami belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi, tetapi kami yakin Pecco akan kembali ke depan dan kembali berjuang meraih kemenangan,” tegas Rossi.
Akibat hasil buruknya di Indonesia dan Australia, kini Bagnaia melorot ke peringkat keempat klasemen pembalap dengan koleksi 274 poin, tersalip oleh rider Aprilia Racing yang juga sahabatnya sendiri, Marco Bezzecchi, dengan 282 poin.



Posting Komentar