P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

BPBD Tangerang Luncurkan CERS dan Pusat Perintah untuk Respons Darurat Real Time

Featured Image

Sistem Tanggap Darurat Kota Tangerang yang Lebih Modern

Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kejadian darurat. Salah satu inisiatif terbaru adalah pengembangan City Emergency Response System (CERS) yang dirancang untuk menjadi sistem tanggap darurat yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menjelaskan bahwa CERS mencakup pusat pengendalian operasi (Pusdalops) dan command center sebagai pusat kendali terpadu. Sistem ini bertujuan untuk mengelola informasi, koordinasi, serta respons terhadap berbagai kejadian darurat di wilayah Kota Tangerang.

“Kami menerima banyak pengaduan dari masyarakat, baik tentang urusan kedaruratan maupun non-kedaruratan. Maka itu, kami membuat pusat kendali agar dapat segera merespons petugas,” ujar Mahdiar.

Sistem ini dilengkapi dengan berbagai teknologi pendukung seperti visualisasi tinggi muka air di titik rawan banjir, pelacakan pergerakan tim lapangan melalui GPS, serta pemantauan cuaca dan peringatan dini gempa yang terhubung dengan data BMKG. Dengan demikian, semua data tersebut terintegrasi dalam satu sistem untuk memastikan respons yang cepat dan akurat.

Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dashboard City Emergency Response System (CERS) yang mengintegrasikan berbagai kanal pengaduan masyarakat. “Semua laporan, baik dari aplikasi Laksa, media sosial, maupun hotline darurat, akan terekam di sistem CERS dan bisa segera kami tindaklanjuti secara cepat dan tertata,” jelas Mahdiar.

Pembangunan ruang Command Center juga merupakan bagian dari upaya BPBD dalam memenuhi standar nasional kelembagaan penanggulangan bencana. Setiap BPBD sebenarnya berkewajiban memiliki pusat kendali, meski bentuk dan kapasitasnya berbeda-beda. Karena di sini belum terbentuk secara optimal, pihak BPBD mempersiapkannya dengan matang, termasuk sistem dan ruang yang akan menjadi pusat kendali lengkap.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Wali Kota dan Wakil Wali Kota menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesiapsiagaan bencana, baik melalui penyediaan sarana prasarana maupun program pendukung lainnya. Selain pembangunan ruang Pusdalops itu sendiri, Bapak Wali dan Bapak Wakil memiliki komitmen yang kuat untuk mempersiapkan sarana prasarana dan program yang terkait dengan kesiapsiagaan bencana.

Mahdiar berharap, keberadaan Command Center nantinya akan membuat pengelolaan laporan dan pergerakan petugas semakin efektif. Output yang bisa dihasilkan antara lain, pengaturan pergerakan pasukan secara lebih baik dan termonitor, serta laporan yang lebih detail, rigid, dan tertata rapi. Ia juga berharap tidak ada lagi keluhan masyarakat yang tertinggal, karena semua bisa dipantau setiap hari secara real time.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tangerang, Deni Koswara menyebut bahwa penguatan sarana dan sistem pelaporan akan memudahkan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. Dengan sistem Pusdalops yang terintegrasi, setiap kejadian di wilayah Kota Tangerang dapat langsung dilaporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti dengan cepat.

Keberadaan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Command Center menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan layanan kebencanaan, termasuk pemantauan dan pelaporan kejadian secara real time. Deni berharap sistem ini bisa lebih responsif dalam melayani masyarakat, sehingga kondisi yang akan terjadi sebelum bencana bisa diketahui. Misalkan untuk banjir, pihaknya terus berkoordinasi dengan Bendung Katulampa dan Bendung Batu Belah agar bisa memperkirakan waktu datangnya air ke Kota Tangerang.

Posting Komentar

Posting Komentar