P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Jembatan Cinta Putranto

Featured Image

Peran Letjen Purn A.M. Putranto dalam Membangun Jembatan Gantung di Indonesia

Setelah melepaskan jabatan sebagai Kepala Staf Presiden, Letjen Purn A.M. Putranto tidak mengurangi semangatnya dalam berkontribusi bagi masyarakat. Ia kini menjabat sebagai ketua dewan pembina Vertical Rescue Indonesia (VRI), sebuah organisasi yang fokus pada pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah.

Tujuan utama VRI adalah membangun 1000 jembatan gantung di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, jembatan ke-221 telah diresmikan oleh Putranto dan timnya. Acara peresmian tersebut berlangsung di Kota Malang, tempat saya ikut menyaksikannya langsung.

Keperluan Jembatan Gantung di Kota Malang

Pertanyaannya, apakah Kota Malang benar-benar membutuhkan jembatan gantung? Jawabannya ya. Ada sungai Bangau yang melintasi pinggiran kota, dengan lereng yang curam. Siswa-siswi SMP di sisi timur harus melakukan perjalanan sejauh empat kilometer untuk sampai ke sekolah yang terletak di sisi barat sungai. Lokasi ini memiliki pemandangan yang indah dan teduh, dengan tumbuhan bambu yang rindang seperti petung, apus, dan bambu ori.

Jembatan gantung yang dibangun di sela-sela rumpun bambu ini menjadi solusi untuk menghubungkan dua wilayah yang sebelumnya sulit dicapai. Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh VRI, yang awalnya merupakan paguyuban panjat tebing. Komandannya adalah Tedi Ixdiana, seorang pemuda dari Bandung yang lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad). Meski namanya unik, Tedi sendiri tidak tahu alasan mengapa orang Sunda sering menggunakan nama Ixdiana.

Inspirasi dari Kegiatan Panjat Tebing

Ide membangun jembatan gantung berasal dari kegiatan panjat tebing VRI di pegunungan Cartenz, Puncak Jaya, Papua. Di ketinggian 4.000 meter, ada jurang dalam yang sering menjadi tempat kecelakaan. Untuk mengurangi risiko tersebut, VRI membangun jembatan gantung di area itu.

Tedi, seorang pemanjat tebing sejati sejak SD, memiliki pengetahuan lengkap tentang teknik panjat tebing. Teknik pembuatan jembatan gantung pun sepenuhnya menggunakan metode tersebut. Tidak ada penggunaan alat berat, tangga, atau scaffolding. Bahkan, tidak ada semen sama sekali dalam proses konstruksi.

Teknik Konstruksi yang Unik

Contohnya, jembatan gantung di Malang. Bentangnya didukung oleh batu dan baja sling. Diperlukan delapan batu yang masing-masing beratnya satu ton. Empat batu ditanam di sisi kanan sungai, dan empat lagi di sisi kiri. Batu tersebut diambil dari sungai itu sendiri, lalu dinaikkan tanpa alat berat, menggunakan teknik panjat tebing.

Batu kemudian dilubangi untuk mengikat tali baja sling. Tali ini terikat kuat di kedua sisi sungai, lalu dikencangkan dengan alat pengencang yang biasa digunakan pemanjat tebing. Setiap jembatan membutuhkan delapan tali baja sling: empat di bawah jembatan dan dua di atasnya.

Pendanaan Swadaya Tanpa Anggaran Negara

Hingga saat ini, semua jembatan yang telah dibangun selama 10 tahun terakhir tidak menggunakan anggaran negara. Semuanya dibiayai secara swadaya. Contohnya, jembatan di Malang didanai sepenuhnya oleh Pengurus Pusat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Putranto dan Tedi didampingi oleh Wilianto Tanta dan Teguh Kinarto dari PSMTI pusat. Wili adalah ketua umumnya, sedangkan Teguh adalah ketua dewan penasihat. Masih ada satu jembatan lagi di Malang yang sepenuhnya dibiayai oleh Teguh Kinarto, yang merupakan penduduk asli Malang.

Partisipasi Relawan dan Masyarakat

VRI memiliki anggota sebanyak 30.000 orang, yang juga bertindak sebagai relawan. Mereka yang bekerja membangun jembatan ini dibantu oleh masyarakat setempat. Saya sangat ingin memberikan gelar insinyur kepada Tedi, meskipun lulusannya adalah S1 Ilmu Sosial Politik dari Unpad.

Putranto, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pegadaian, tetap berkomitmen untuk mencapai target 1.000 jembatan gantung. Ia rutin menghubungi Kodim-Kodim agar desa-desa yang membutuhkan jembatan bisa segera diberitahu. Jembatan di Malang ini pun berkat informasi dari Kodim Malang.

Berbagai Aktivitas dan Keterlibatan Lain

Selain jembatan gantung, Putranto juga menjabat sebagai ketua pembina Ikatan Pemulung Indonesia. Ia tampak masih gesit, bahkan mengenakan seragam VRI seperti siap terjun ke wilayah bencana. Saya tidak menyangka bahwa sosok yang mengenakan seragam itu adalah Jenderal Putranto.

Putranto juga sangat ramah dan akrab dengan masyarakat sekitar. Ia menyapa seluruh penduduk desa dekat jembatan tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa ia berhasil memenangkan Capres Prabowo di Jawa Tengah, yang seharusnya sangat sulit.

Meskipun hanya setahun di Istana, jabatan KSP harus ia lepaskan. Namun, seorang pengabdi tidak akan pernah kehilangan lapangan pengabdian.

Posting Komentar

Posting Komentar