P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Kemendikdasmen Mengapresiasi Peran Lembaga dalam Mewujudkan Sekolah Sehat, Termasuk Melalui CKG

Featured Image

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Sebagai Bentuk Komitmen Penguatan Budaya Hidup Sehat

Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di SD Muhammadiyah 08 Plus Duren Sawit 1 oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sekolah sehat dan penguatan karakter peserta didik.

Direktur Sekolah Dasar, Moch. Salim Somad, mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif Muhammadiyah dalam menjalin sinergi antara pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat.

“Kami terus mendorong revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran agar sekolah menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Cek Kesehatan Gratis di sekolah menjadi salah satu elemen penting dalam penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan membentuk kebiasaan hidup bersih serta sehat di kalangan peserta didik. Dirinya berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung di satu lokasi, tetapi menjadi budaya yang diterapkan secara nasional.

“Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berprestasi. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh untuk semua satuan pendidikan,” tambahnya.

Berbagai Pemeriksaan Kesehatan Diselenggarakan

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan umum, pengukuran gula darah, pemeriksaan gigi, telinga, serta mata. Selain siswa dan guru, masyarakat sekitar juga turut berpartisipasi sebagai penerima layanan kesehatan. Bantuan dari tenaga medis dan mitra swasta turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Menurut dr. Audia Putri dari RS Islam Jakarta Pondok Kopi, kegiatan ini sangat penting dalam pencegahan masalah kesehatan pada usia sekolah. “Anak-anak sering kali tampak sehat, padahal bisa mengalami anemia atau gangguan penglihatan ringan. Pemeriksaan kesehatan di sekolah seperti ini penting untuk mendeteksi dini dan mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dalam kondisi baik, meski beberapa siswi ditemukan memiliki gejala anemia ringan. Untuk itu, pemeriksaan lanjutan dan edukasi gizi diberikan agar siswa memahami pentingnya asupan bergizi dan pola makan seimbang.

“Jika dibiasakan sejak sekolah, mereka akan tumbuh lebih kuat dan sadar menjaga kesehatan,” tambah dr. Audia.

Antusiasme Siswa dan Partisipasi Masyarakat

Salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah Danis Atala Andito, siswa SMA Muhammadiyah 23 Jakarta. Ia mengaku antusias mengikuti pemeriksaan karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.

“Senang banget ada kegiatan seperti ini, jadi tahu kondisi badan sendiri. Ternyata mata saya minusnya nambah, jadi harus lebih hati-hati. Saya juga jadi semangat jaga makan dan olahraga lagi,” ujar Danis.

Kolaborasi untuk Membangun Budaya Hidup Sehat

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kemendikbud dalam mendukung upaya bersama membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kesehatan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan setiap siswa dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, aktif, dan berprestasi.

Posting Komentar

Posting Komentar