P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Tembus 12,17 Miliar! Duel Pemain Termahal PSBS Biak vs Persebaya Surabaya, Ruyery Blanco vs Francisco Rivera

Featured Image

Pertarungan Hebat di Stadion Maguwoharjo

Pertandingan sengit akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Jumat sore (24/10). PSBS Biak akan menjamu Persebaya Surabaya dalam pertandingan pekan ke-10 Super League 2025/2026. Laga ini tidak hanya menjadi ajang perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi momen penting bagi dua pemain dengan nilai pasar yang sangat tinggi.

Total nilai kedua pemain tersebut mencapai Rp 12,17 miliar. Ruyery Blanco dari PSBS Biak memiliki harga sebesar Rp 4,35 miliar, sedangkan Francisco Rivera dari Persebaya Surabaya bernilai Rp 7,82 miliar. Kehadiran keduanya membuat laga ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Badai Pasifik dan Green Force.

PSBS Biak datang ke pertandingan ini dengan performa yang kurang mengesankan. Tim asuhan Divaldo Alves hanya berhasil mengumpulkan lima poin dari delapan pertandingan dan kini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Dalam tiga pertandingan terakhir, PSBS hanya meraih satu poin, dan permainan mereka menurun, terutama di lini depan yang belum menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga belum menunjukkan performa stabil. Tim yang dilatih Eduardo Perez berada di posisi ke-11 klasemen dengan koleksi 10 poin dari tujuh pertandingan. Pada pertandingan sebelumnya, Persebaya kalah 1-3 dari Persija Jakarta. Kekalahan ini membuat mereka ingin bangkit dan memperbaiki posisi di papan tengah klasemen.

Dua tim ini sudah pernah bertemu musim lalu, dan hasilnya berpihak pada Persebaya Surabaya. Dalam dua pertemuan, Persebaya sukses meraih kemenangan 1-0 di kandang dan tandang, masing-masing melalui gol Flavio Silva dan Bruno Moreira.

Kini, PSBS Biak memiliki senjata baru di lini depan: Ruyery Blanco. Penyerang asal Kolombia ini diharapkan bisa menjadi pembeda dan membawa perubahan positif bagi serangan Badai Pasifik. Ruyery Alfonso Blanco Yus lahir di Santa Marta, Kolombia, pada 7 Desember 1998. Dengan tinggi 1,79 meter, ia dikenal sebagai penyerang tengah murni yang mengandalkan kecepatan dan insting tajam di depan gawang.

Ruyery bergabung dengan PSBS Biak pada 1 Agustus 2025. Meskipun baru beberapa bulan di Indonesia, namanya langsung mencuri perhatian berkat kontribusinya di beberapa laga awal musim. Ruyery memiliki kaki dominan kanan dan dinaungi agen Top Talent, yang juga menaungi banyak pemain asal Amerika Selatan. Gaya bermainnya eksplosif dan efisien, cocok untuk strategi serangan cepat Divaldo Alves.

Nilai pasar Ruyery kini mencapai Rp 4,35 miliar, menjadikannya pemain dengan valuasi tertinggi di skuad PSBS Biak. Ekspektasi tinggi melekat di pundaknya untuk memecah kebuntuan lini serang tim asal Papua itu.

Di kubu seberang, Persebaya Surabaya mengandalkan sosok Francisco Israel Rivera Dávalos sebagai motor serangan. Gelandang asal Meksiko ini bukan hanya kreator, tetapi juga penyumbang gol penting bagi Green Force. Rivera lahir di San Luis Potosí, Meksiko, pada 23 September 1994 dan kini berusia 31 tahun. Dengan tinggi 1,70 meter dan kaki dominan kiri, dia dikenal memiliki visi permainan tajam serta kemampuan umpan vertikal yang akurat.

Rivera bergabung sejak 1 Juli 2024 dan menjadi salah satu pilar utama di lini tengah Persebaya Surabaya. Kontraknya masih berlaku hingga 31 Mei 2026, menunjukkan kepercayaan besar klub terhadap kontribusinya. Pemain ini mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang serang, gelandang tengah, hingga sayap kiri. Fleksibilitas itu menjadikannya elemen penting dalam skema 4-3-3 racikan Eduardo Perez.

Dengan nilai pasar Rp 7,82 miliar, Rivera kini memegang status sebagai pemain termahal di skuad Persebaya Surabaya. Dia juga menjadi salah satu pemain asing dengan nilai tertinggi di Super League musim ini.

Pertemuan Ruyery dan Rivera di lapangan akan menarik disimak. Dua pemain dari benua Amerika itu sama-sama punya gaya bermain penuh energi dan determinasi tinggi. Ruyery akan berupaya menembus barisan belakang Persebaya Surabaya yang digalang Dime Dimov dan Leo Lelis. Sementara Rivera akan menjadi otak serangan yang mencoba mengendalikan tempo permainan dari lini tengah.

Pelatih Divaldo Alves diyakini bakal menurunkan formasi 3-4-2-1 untuk memberi ruang bebas bagi Ruyery di depan. Sedangkan Eduardo Perez kemungkinan tetap setia dengan pola 4-3-3 agar Rivera bisa bermain leluasa di area antara lini tengah dan depan.

Selain adu taktik, duel ini juga sarat gengsi. PSBS ingin bangkit di hadapan publik Maguwoharjo, sedangkan Persebaya Surabaya datang dengan misi menebus kekalahan pekan lalu. Semua mata tertuju pada dua pemain termahal di lapangan sore nanti. Apakah Ruyery Blanco mampu membuktikan nilai Rp 4,35 miliarnya dengan gol penting, atau justru Francisco Rivera yang menunjukkan kelasnya sebagai maestro Rp 7,82 miliar? Jawabannya akan tersaji di Maguwoharjo, ketika dua bintang dengan total valuasi Rp 12,17 miliar saling adu kehebatan di panggung utama Super League 2025/2026.

Posting Komentar

Posting Komentar