P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Ribu Guru Madrasah Datangi Istana Minta Perbaikan UU ASN dan Seleksi P3K untuk Guru Swasta

Ribu Guru Madrasah Datangi Istana Minta Perbaikan UU ASN dan Seleksi P3K untuk Guru Swasta

Ratusan Guru dan Buruh Menggelar Aksi Massal di Jakarta

Ribuan guru dari berbagai daerah berkumpul di sekitar Istana Negara, hari ini, Kamis 30 Oktober 2025. Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut perubahan terhadap Undang-Undang ASN yang dinilai memberatkan para guru swasta khususnya guru madrasah.

Koordinator Aksi Nasional Guru Madrasah, Fahru Rizal, menyampaikan bahwa peserta aksi berasal dari berbagai wilayah seperti Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi, hingga Papua. Ia menegaskan bahwa para guru merasa tidak puas dengan aturan yang membatasi peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hanya bagi mereka yang bekerja di instansi pemerintah.

“Guru madrasah swasta juga memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Fahru Rizal. Ia menambahkan bahwa dari Pandeglang sendiri, sekitar 1.000 guru akan ikut serta dalam aksi tersebut. Mereka akan menggunakan 15 bus dan 50 mobil pribadi.

Rombongan dari Pandeglang direncanakan berangkat pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB menuju Masjid Istiqlal Jakarta. Secara keseluruhan, dari Banten diperkirakan akan ada sekitar 40 sampai 50 bus, ditambah mobil pribadi. Total peserta aksi dari Banten diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.

Selain aksi guru, ribuan buruh juga turut serta dalam demonstrasi yang dilakukan di berbagai titik di Jakarta dan daerah-daerah lain. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi ini diikuti oleh lebih dari 5.000 buruh di Jakarta yang berkumpul di JCC Senayan.

“Namun di seluruh Indonesia, aksi puluhan ribu buruh juga akan berlangsung serempak di kantor-kantor gubernur,” ujar Said Iqbal. Ia menambahkan bahwa aksi ini akan dilakukan secara serentak di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Said Iqbal memastikan bahwa seluruh aksi akan berjalan tertib. “Mogok nasional ini akan dilakukan secara damai, konstitusional, tanpa kekerasan, dan tanpa tindakan anarkis. Semua buruh akan bertindak disiplin serta bertanggung jawab,” jelasnya.

Untuk menjaga ketertiban, Polri mengerahkan 1.597 personel gabungan. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menyampaikan bahwa kuat pengamanan wilayah Jakarta Pusat sebanyak 1.597 personel. Ia mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi aksi jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Aksi ini menjadi momen penting bagi para guru dan buruh yang ingin menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Dengan jumlah peserta yang besar dan komitmen untuk menjaga ketertiban, aksi ini diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan yang lebih adil bagi para pekerja dan tenaga pendidik.

0

Posting Komentar