P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Gus Ipul Serahkan Isu Pemakzulan Ketum PBNU ke Ulama

Featured Image

Respons Sekretaris Jenderal PBNU terhadap Isu Pemakzulan

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Ipul, memberikan respons terkait isu pemakzulan terhadap Ketua Umum NU, Yahya Cholil Staquf. Dalam pernyataannya, Gus Ipul menyatakan bahwa ia belum menerima informasi resmi mengenai hasil pertemuan antara Yahya Cholil Staquf dan para alim ulama NU.

“Belum tahu, saya terus terang belum tahu hasilnya,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (25/11). Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan akan diserahkan kepada para ulama NU, dan dirinya akan mengikuti apa pun hasilnya.

“Begini, kalau saya tetap menyerahkan kepada para ulama. NU ini kan pimpinannya para ulama, ya kita ikuti saja,” kata mantan Wali Kota Pasuruan itu. Hal ini menunjukkan bahwa Gus Ipul mempercayakan keputusan akhir kepada para tokoh yang dianggap sebagai pengambil kebijakan utama dalam organisasi NU.

Gus Ipul juga belum mengetahui apakah Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar sudah menerima laporan terkait pertemuan tersebut. “Belum tahu, saya belum ketemu Rais Aam. Nanti kita lihat ya, pasti ada tindak lanjutnya,” ujar Menteri Sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa akan ada proses lanjutan setelah pertemuan tersebut berlangsung.

Rapat PBNU Menyepakati Tidak Ada Pemakzulan

Sebelumnya, PBNU menggelar rapat bersama alim ulama dan menyepakati bahwa tidak ada pemakzulan terhadap Yahya Cholil Staquf dari posisi ketua umum. Rapat tersebut dihadiri sekitar 50 ulama NU, yang secara bersama-sama menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk memakzulkan Ketua Umum NU.

Isu pemakzulan bermula dari surat yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar pada 20 November 2025, berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam. Surat tersebut menjadi awal munculnya spekulasi tentang kemungkinan pemakzulan terhadap Gus Yahya.

Alasan Terkait Desakan Mundur

Gus Yahya sebelumnya didesak mundur karena beberapa hal. Pertama, ia dianggap mengundang akademisi yang disebut pro-Zionis, Peter Berkowitz, dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan NU (AKN) pada Agustus lalu. Kedua, ada dugaan adanya masalah tata kelola keuangan organisasi yang menjadi perhatian serius bagi sejumlah anggota NU.

Meski demikian, melalui rapat yang dilakukan oleh PBNU, keputusan akhir diambil bahwa tidak ada pemakzulan terhadap Ketua Umum NU. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kritik dan desakan, struktur organisasi NU tetap memprioritaskan musyawarah dan kesepakatan bersama.

Peran Ulama dalam Keputusan Organisasi

Pernyataan Gus Ipul menunjukkan bahwa para ulama memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan PBNU. Dengan menyerahkan keputusan kepada para ulama, Gus Ipul menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang dipimpin oleh para tokoh agama dan ilmuwan, sehingga keputusan harus didasarkan pada prinsip-prinsip keagamaan dan kesepakatan bersama.

Dengan demikian, walaupun ada isu-isu yang muncul, PBNU tetap menjaga stabilitas dan harmoni dalam organisasi, serta memastikan bahwa semua keputusan diambil melalui proses yang transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Posting Komentar

Posting Komentar